Ada seorang juragan tanah yang tiba-tiba mengklaim diri sebagai pemilik lahan Sekolah Alaam Gaharu

“Bisa dibayangkan susahnya mencari sekolah seperti ini tiba-tiba ditutup. Sampai sekarang belum ada kepastian apakah akan dipindah atau gimana. Karena pihak sekolah juga masih menunggu proses hukum,”katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MI Gaharu Tria Pratiwi membenarkan kejadian yang memimpa sekolah yang dipimpinnya itu. Beruntung, pada saat kejadian sekelompok orang datang ke sekolah dengan perangai tidak baik itu, semua anak-anak sedang diliburkan karena ada kegiatan doa bersama.

“Sekitar pukul 09.00WIB tiba-tiba datang rombongan dari salah satu LSM yang memasang plang bikin rame-rame (membuat kegaduhan) di sekolah. Alhamdulilahnya anak-anak sedang diliburkan, hanya ada fasilitator, Wakil direktur dan kemaanan,” ujarnya.

Usai rombongan LSM tersebut pulang, pihak sekolah menggelar rapat managemen. Untuk memutuskan keberlangsungan KBM siswa didik. Karena ada masukan dari komite sekolah, aktivitas KBM harus tetap berlangsung.

Lantaran sekolah memiliki ruang kelas lain di Jalan Adipati Kertamanah, maka aktivitas KBM dialihkan kesana dan juga sebagian dilakukan secara daring. Siswa di Sekolah Alam Gaharu di Baleendah ini sebanyak 172 orang, yakni 123 MI dan 49 orang anak siswa RA.

“Di sana ada tiga ruang kelas, jadi kami pindahkan kesana. Kemudian, kami juga sedang mengajukan peminjaman tenda dua tenda evakuasi ke BPBD dan Tagana Kab Bandung. Mudah-mudahan permohonan kami kabulkan. Jadi untuk sementara anak didik sebagian belajarnya di dalam tenda evakuasi,” katanya.

Sampai dengan saat ini, ia tidak mengetahui sampai kapan sekolah yang berada di bawah Yayasan Nun Bina Muda Indonesia itu kapan akan dibuka kembali. Namun yang pasti, proses hukum antara yayasan dengan pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan itu masih berlangsung

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)