Ada Apa,? Ketua Bawaslu OKU Timur Terkesan Bungkam Terkait

Ketua Bawaslu OKU Timur Terkesan Bungkam Terkait Kasus 30 Kades dan Camat BMT

SINERGINKRI – Terkait masalah pemangilan sejumlah 30 Kades di Kecamatan Buay Madang Timur (BMT) oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu). Senin, (16/9) lalu, Ketua Bawaslu terkesan bungkam dengan awak media untuk memberikan keterangan dari hasil rapat pleno Bawaslu.

Hal ini dirasakan oleh sejumlah awak media yang sudah menunggu berjam jam di kantor bawaslu pada Kamis 19 September 2024. Awak media menunggu dari jm 9 pagi WIB sampai malam hari jm 20 WIB.

Namun keterangan rilis dari Bawaslu OKU Timur terkait pemangilan kades dan Camat BMT tak kunjung diberikan oleh Bawaslu sehingga awak media membubarkan diri dari kantor bawaslu. Sebab kantor Bawaslu OKU Timur semakin sepi.

Sementara Palembang Ekspres mencoba mengubungi Ketua Bawaslu Sunarto lewat pesan singkat dan telpon Whatsapp namun tak ada jawaban sama sekali.

Dari keterangan anggota Bawaslu yang ada di kantor Bawaslu kalau Ketua Bawaslu lagi di luar kota.

Sebelumnya diberikan ada pemanggilan sejumlah Kepala Desa (Kades) tersebut terkait beredarnya video yang mendeklarasikan dukungan mereka terhadap calon Bupati OKU Timur dari petahana.

Tampak dari video itu, puluhan Kades yang kompak mengenakan kemeja biru tengah berada di salah satu ruangan bersama Bupati OKU Timur, H Lanosin

Dengan durasi 01:06 detik, terdengar jelas seruan seluruh Kades menyatakan sikap untuk mendukung calon dari petahana.
Pernyataan sikap mendukung pasangan dari petahana itu diketuai oleh salah satu kades Karang Tengah, Rahmanto.

Berdasarkan video itulah Bawaslu OKU Timur memanggil dan meminta klarifikasi dari sejumlah kades yang ada dalam video singkat tersebut.

Kita sedang melakukan pemeriksaan para kades yang ada dalam video tersebut. Terkait adanya pelanggaran atau tidak belum bisa disimpulkan, karena masih tahap klasifikasi,” kata Ketua Bawaslu, Sunarto. Selasa (17/09/2024).

Saat disinggung sanksi yang diberikan, Sunarto belum bÌsa membeberkan, lantaran masih dalam tahap klasifikasi.

Masih ada proses yang sedang berjalan, jadi saat ini belum bisa disimpulkan,” pungkasnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!