Sumsel  

Pedagang Sempat Tolak Relokasi, Aktivis Curigai Kebakaran Di pasar Cinde Palembang

Jakarta, sinerginkri.com – Aktivis Sumsel Jakarta meminta kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas secara terbuka atas peristiwa terbakarnya Pasar Cinde di Palembang, Sumatera Selatan, sekitar jam 22.30 pada minggu (27/11/2022).

Pasar yang bangunannya ditetapkan sebagai cagar budaya dari tahun 2017 itu, menjadi proyek mangkrak karena sempat dibongkar dan mau diganti bangunannya, kini pasar tersebut terbakar.

Harda Belly, selaku koordinator Aktivis Sumsel-Jakarta mencurigai peristiwa kebakaran di Pasar Cinde tersebut disengaja oleh oknum yang mempunyai kepentingan.

“Jangan jangan ini sengaja ada oknum yang membakar, untuk kepentingan mereka, kepolisian harus usut tuntas secara terbuka, apa betul terbakar atau sengaja dibakar , jangan telalu cepat menyimpulkan tentu harus benar-benar di selediki oleh kepolisian kata Harda saat diwawancarai oleh media melalui saluran telpon Senin (28/11/2022).

“Sedari awal, kontroversi Pasar Cinde ini tidak pernah selesai. Ditetapkan sebagai cagar budaya, namun malah dilakukan pembongkaran, dan itu pun mangkrak. Sekarang malah terbakar. Ini patut dicurigai, ada yang tidak sehat dalam sistem pengelolaan aset daerah ini,” tambahnya.

Selanjutnya, Harda juga meminta pemerintah Sumsel Bertanggung jawab atas terbakarnya Pasar Cinde tersebut.

“Pemerintah Sumsel juga harus bertanggung jawab, Pasar Cinde itu cagar budaya, loh. Pembongkarannya juga kan dari pemerintah, mangkrak pula, ditambah lagi sekarang terbakar, abis lah itu uang rakyat terbuang sia-sia,” tegas Harda.

Harda juga menduga ada kesengajaan dalam kebakaran yang menelan puluhan kios itu berkaitan dengan penolakan pedagang yang tidak mau digusur, menurutnya penggusuran pedagang ini harus ada ganti rugi tapi sekarang sudah hangus terbakar.

“Cara-cara seperti ini sering dilakukan oleh para penjahat yang ingin melakukan pengusiran. Maka dari itu, kita meminta Kepada Kapolda dan Kapolri untuk mengusut tuntas kebakaran Pasar Cinde ini,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Palembang berencana merelokasi pedagang yang terkena kebakaran di Pasar Cinde, namun hal tersebut ditolak oleh sebagian besar pedagang pemilik kios yang terbakar.

“Apalagi ditambah ada rencana relokasi dari pemerintah Kota Palembang yang begitu cepat. Ada apa ini sebenarnya di balik peristiwa kebakaran ini? Saya setuju jika pedagang menolaknya, dan tunggu sampai pengusutan penyebab kebakaran ini terungkap yang sebenarnya,” tutup Harda. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!