Upayakan Percepatan Pemenuhan Gizi Anak, Bupati Karawang Salurkan 28 Ton Telur Guna Tekan Stunting

Karawang, sinerginkri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program yang melibatkan banyak pihak. Salah satunya melalui Program Bagedar yang digagas untuk mempercepat pemenuhan gizi anak-anak yang masuk kategori stunting.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengatakan, pemerintah daerah menargetkan angka stunting di Karawang bisa turun hingga berada di kisaran 8 sampai 9 persen, Senin (8/6/2026), ujarnya saat memimpin apel pagi bersama jajaran ASN di lingkungan Pemkab Karawang.

Menurut Bupati Aep, percepatan penurunan stunting tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga melibatkan dukungan dari dunia usaha dan berbagai lembaga sosial.

Melalui kerja sama dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Asperumnas) serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karawang, Pemkab berhasil menghimpun bantuan berupa 28 ton telur untuk kebutuhan gizi anak-anak.

“Waktu itu saya berdiskusi dengan teman-teman Asperumnas. Saya hanya meminta bantuan berupa telur untuk masyarakat yang membutuhkan. Alhamdulillah mereka siap membantu dan total ada 28 ton telur yang akan didistribusikan,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, saat ini terdapat 5.521 anak yang menjadi sasaran prioritas intervensi stunting di Kabupaten Karawang.

Melalui Program Bagedar, setiap anak ditargetkan mendapatkan tambahan asupan protein hewani berupa telur secara rutin untuk membantu memperbaiki status gizinya.

Aep menjelaskan, seluruh bantuan dari pihak swasta akan disalurkan melalui Baznas Karawang agar proses distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.

Nantinya, Baznas akan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan berbagai pihak untuk memastikan bantuan sampai kepada keluarga yang membutuhkan.

Tidak hanya itu, sejumlah camat dan pengurus Tim Penggerak PKK di berbagai kecamatan juga ikut terlibat langsung dalam gerakan sosial tersebut.

Bahkan, beberapa wilayah melakukan inisiatif swadaya dengan membeli telur menggunakan dana pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

“Para camat ikut bergerak. Bahkan ada yang menggunakan uang pribadi untuk membantu pengadaan telur. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Bupati Aep.

Selain fokus pada penyaluran bantuan gizi, Bupati Karawang, juga meminta Dinas Kesehatan untuk terus melakukan pendataan secara jujur dan terbuka.

Menurutnya, kenaikan angka stunting dalam hasil pendataan bukan selalu menunjukkan kondisi yang memburuk, melainkan bisa menjadi tanda bahwa proses pemeriksaan dan pencatatan berjalan lebih baik.

“Saya tidak ingin ada data yang dimanipulasi hanya supaya angka terlihat turun. Lebih baik datanya terbuka dan sesuai kondisi di lapangan sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Dengan dukungan berbagai pihak dan keterlibatan masyarakat, Pemkab Karawang optimistis target penurunan angka stunting hingga 8 persen dapat tercapai.

Program Bagedar pun diharapkan menjadi salah satu solusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak di Kabupaten Karawang. (Al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!