Sejarah Kapten Anumerta Penerbang Surindro Supjarso

Pada 27 Mei 1968, Surindro menikah dengan Dyah Permata Sari Megawati Setiawati Soekarno Putri. Dari pernikahannya, dikarunia dua orang anak yang bernama Moh. Rizki Pratama dan Muhamad Prananda Prabowo Sura Megendra Karna Djaja.

Pada bulan Oktober 1970, Pesawat Tu-16 melaksanakan farewell flight menandai berakhirnya kiprah pesawat Tu-16 dalam menjaga angkasa Indonesia. Selanjutnya Para Penerbang Kedua Skadron Tersebut Melanjutkan Pengabdiannya Di Satuan-Satuah Udara Lain. Lettu Pnb Surindro Supjarso Mendapat Penugasan Menjadi Penerbang Sc.7 Skyvan.

Pada tanggal 22 Januari 1971, Lettu Pnb Surindro Supjarso gugur dalam misi penerbangan di perairan Biak Papua dalam rangka melaksanakan tugas pengabdian untuk bangsa dan negara. Pada tanggal 9 Desember 1972, Kasau mengeluarkan surat keputusan Nomor SKEP/1556/T-KS/XIV/72 yang menyatakan bahwa terhitung sejak tanggal 1 November 1972, Lettu Pnb Surindro Supjarso dinyatakan gugur dalam tugas dan dinaikan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi menjadi Kapten Pnb Anumerta.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)