Penjelasan Herman Deru Tepiskan Keresahan Bagi Pelaku UMKM

SINERGINKRI.COM, PALEMBANG – Kepekaan Gubernur Sumsel H Herman Deru terhadap keresahan pelaku usaha khususnya para UMKM di tengah pengetatan PPKM memang tak perlu diragukan lagi. Selain mau menemui mereka saat menyampaikan aspirasi  beberapa waktu lalu, Herman Deru juga tak sungkan hadir saat diundang berdiskusi.

Di tengah rutinitas yang luar biasa, orang nomor satu itu tetap menyempatkan diri menjadi Keynote Speaker pada Focus Group Discussion (FGD) dengan para pedagang dan pelaku usaha UMKM bersama Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang yang digelar oleh Forum Kedai/Kafe Palembang Bersatu (FKPB) Sumsel di VIP RM Sri Melayu, Kamis (22/7}.

Saat menjadi pembicara dalam FGD, Herman Deru sangat mengapresiasi FGD dengan tema “Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Toleransi Kebijakan Daerah Pasca  Kebijakan PPKM” tersebut. Karena menurutnya diskusi dan duduk bersama yang dilakukan FKPB ini adalah cara yang sehat dan terhormat untuk mendapatkan solusi.

Saat menjadi pembicara dalam FGD, Herman Deru sangat mengapresiasi FGD dengan tema “Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Toleransi Kebijakan Daerah Pasca  Kebijakan PPKM” tersebut.
Saat menjadi pembicara dalam FGD, Herman Deru sangat mengapresiasi FGD dengan tema “Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Toleransi Kebijakan Daerah Pasca Kebijakan PPKM” tersebut.

Meski fokus membahas soal ekonomi, namun Herman Deru berpesan agar dalam diskusi ini aspek kesehatan dan sosial tidak dilupakan. Karena semuanya berkaitan satu sama lain.

Terkait pengetatan PPKM, Herman Deru mengaku sangat mengerti betul apa yang dirasakan para pelaku usaha. Apalagi pemilik kedai kopi menjadi sangat terbatas berusaha dengan adanya pembatasan waktu buka hingga pukul 17.00 WIB saja. Untuk mengatasi hal ini Herman Deru meminta kedua belah pihak dalam hal ini pemerintah daerah khususnya Kota Palembang dan pelaku usaha sama-sama fleksible dan menahan ego.

“Sebenarnya yang diinginkan pemerintah itu satu, bagaimana caranya agar warganya terjaga dari penyebaran COVID. Dan itu kuncinya satu yakni menerapkan protokol kesehatan, disiplin pakai masker dan jaga jarak,” tegas Herman Deru.

Untuk menyikapi ini semua pihak kata Herman Deru mesti menahan ego. Sedapat mungkin dibicarakan semuanya dengan kepala dingin serta azas fleksibilitas tanpa mengesampingkan kedisiplinan hingga batas perpanjangan PPKM tanggak 25 Juli mendatang. “Sekarang ini Palembang kan di level 3. Kita sepakati dulu hentikan pandemi ini dan Kita doakan nanti setelah tanggal 25 ini menurun lagi. Sehingga kita bisa melakukan relaksasi dengan lebih luwes dari aturan sekarang. Kalau ini turun Insya Allah keinginan adik-adik untuk beroperasi sampai pukul 21.00 terkabul,” tegasnya disambut antusias para pelaku usaha yang hadir.

Untuk bisa mengoperasikan kedai/kafe lebih longgar dari aturan yang ada sekarang, diperlukan juga peran pelaku UMKM untuk ikut bersama menekan penyebaran COVID. Caranya adalah dengan tegas menerapkan disiplin prokes di kedai masing-masing. Selalu mencegah terjadinya kerumunan dengan membatasi pengunjung 50 persen juga menurutnya harus gencar mengimbau pengunjung untuk disiplin menggunakan masker.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)