Pemprov Sumsel Dukung BNN Mewujudkan Program Desa Bersinar

Terkait hal itu Wapres meminta BNN RI dan relasi juga Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( P4GN) melakukan strategi memperkuat intervensi ketahanan keluarga serta melakukan edukasi masyarakat terhadap bahaya narkoba. Serta mengupayakan daerah menjadi bersih dari narkoba (bersinar) dengan penyediaan layanan rehabilitasi.

“Pertahankan juga kualitas layanan rehabilitasi sesuai standar internasional,” jelasnya.

Di akhir sambutannya Wapres juga mengapresiasi BNN dan jajaran yang sudah berperan aktif dan berupaya nyata utk bersinergi memberantas narkoba. “Jangan cepat berpuas diri dan jangan lengah dan tingkatkan prestasi. Mari semua pihak bersama berjuang melawan narkoba dan pandemi COVID dengan pencegahan dan peluncuran Desa Bersinar,” terangnya.

Sementara itu usai menghadiri Peringatan HANI virtual, Wagub Mawardi mengatakan bahwa ancaman narkoba saat ini memang mesti diwaspadai. Bukan hanya anak muda tapi semua lapisan, karena narkoba tidak mengenal status. “Narkoba ini sangat bahaya dan harus diwaspadai oleh siapapun termasuk aparat. Makanya kita harus selalu saling mengingatkan. Sebab narkoba ini bukan hanya menyasar generasi muda tapi semua orang,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose dalam kegiatan peringatan ini melaporkan bahwa BNN telah melaksanakan tugas yaitu program “Desa Bersinar” di 553 Desa/Kelurahan, Program Alternatif Development 14 desa di Aceh dan 128 desa kawasan rawan narkoba, mengungkap 107 jaringan sindikat berskala Nasional dan Internasional dari 126 jaringan yang berhasil dipetakan, penyitaan barang bukti dan berbagai program lainnya.  Adapun tema yang diusung kali ini adalah Perang Melawan Narkoba (War on Drug) di Era Pandemi COVID-19 Menuju Indonesia Bersinar (bersih narkoba). (rel/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)