Palembang Kota Pertama di Sumatera Bentuk CSIRT

Berdasarkan data BSSN, serangan siber ini terus meningkat setiap tahun.

“Bahkan, tercatat tahun ini ada sebanyak 800 juta serangan siber yang melanda Indonesia, menyerang pemerintahan,” ujar Hasto.

Menghadapi serangan yang berada di ruang siber tersebut, negara hadir melalui Badan Siber dan Sandi Negara.

“Saat ini BSSN tengah membangun kekuatan siber, salah satunya dengan membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai salah satu pelaksana keamanan siber di Indonesia,” kata Hasto.

Ketua PalembangKota – CSIRT, yang juga Kepala Dinas Kominfo Kota Palembang, Edison, mengatakan, dengan dilaunchingnya Palembang CSIRT, dapat meningkatkan lagi sistem keamanan siber.

“Karena kita ketahui, ancaman-ancaman siber ini sudah luar biasa. Seperti di OPD, baik dari gangguan sistem pelayanan aplikasinya ataupun bank datanya. Tetapi, kalau untuk hukuman pidanaya, itu kita serahkan kepada yang lebih berwenang,” ujar Edison.

Baca Juga  Wagub Mawardi Serahkan 90 Sertifikat Tanah Wakaf secara Simbolis

“Meskipun sudah terbentuknya tim ini, kita tetap butuh dukungan dari lapisan masyarakat, khusus di bidang keamanan siber,” Edison menambahkan.

Diketahui, PalembangKota – CSIRT ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Palembang Nomor 408/KPTS/DISKOMINFO/2019 tanggal 26 Desember 2019. Dan telah terdaftar sebagai salah satu CSIRT Organisasi pada sektor Pemerintah di BSSN sejak 21 Oktober 2021.

PalembangKota-CSIRT memiliki kewenangan untuk melakukan penanggulangan insiden, mitigasi insiden, investigasi dan analisis dampak insiden, serta pemulihan pasca insiden keamanan siber pada Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Kota Palembang.

PalembangKota-CSIRT juga melakukan penanggulangan dan pemulihan atas permintaan dari konstituennya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)