Herman Deru Usulkan Bangun Flyover Perlintasan Jalur Kereta Api

Menurutnya, selain untuk meminimalisir persoalan dengan masyarakat, inventarisasi aset tersebut juga akan menghindari terjadinya kecelakaan.

“Mobilitas kereta api di Sumsel ini cukup tinggi, baik kereta penumpang maupun kereta angkutan barang. Ini kerap menimbulkan kecelakaan karena ketidaktahuan masyarakat terkait batasan dengan jalur kereta. Sebab itu, sosialisasi serta inventarisasi aset ini harus dilakukan agar masyarakat paham dan tidak melanggar Undang-undang perkeretaapian ini,” paparnya.

Sementara itu Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbagsel,  Ikhsandy Wanto Hatta mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pengembangan perkeretaapian di Sumsel.

“Saat ini ada lima kegiatan rencana pengembangan yang menjadi fokus kita. Termasuk rencana pengembangan jalur kereta trans Sumatera,” katanya.

Baca Juga  Bupati OKU Timur Menghadiri Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah

Terkait pengaturan soal aset, pihaknya juga terus melakukan soasialisasi guna memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Karena hal itu merupakan fungsi kami. Termasuk juga pemantauan kereta api angkutan barang seperti batubara. Untuk angkutan  batubara di Sumbagsel ini ada tiga segmen yakni Lahat, Kertapati dan Lampung,” paparnya.

Diakuinya, angkutan batubara menggunakan moda kereta api saat ini sangat meningkat pesat. Menurutnya, hal itu karena peran Gubernur Herman Deru yang membuat kebijakan jalur khusus angkutan batubara dengan kereta api.

“Tahun 2020, angkutan batubara sebesar 50juta ton. Ini juga berkat kebijakan pak Gubernur. Dalam pelaksanaannya tidak ada masalah. Hanya saja, butuh pengembangan di pintu perlintasan yang sudah tidak layak. Nah ini butuh kerjasama lintas sektor agar lalu lintas kereta apai ini berjalan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)