Herman Deru Terus Dongkrak Ekspor Komoditi Karet dan Kopra Petani Sumsel

Serahkan Bantuan Alat Ukur Kadar Air Karet dan Oven Pengering Kopra

SINERGINKRI.COM, BANYUASIN – Gubernur Herman Deru terus berupaya agar semua sektor tetap survive tak terlepas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di masa pandemi saat,

Menjaga keberlangsungan dan perkembangan UMKM dan IKM tersebut, salah satu upayanya dengan memberikan bantuan berupa alat ukur Kadar Karet Kering (K3) dan oven pengering produk turunan buah kelapa yang disebut kopra untuk IKM di Kabupaten Banyuasin serta memberikan sertifikasi halal produk yang dihasilkan sejumlah IKM di Sumsel.

“Langkah ini kita lakukan untuk mengedukasi serta meningkatkan daya saing untuk para pelaku IKM di Sumsel ini,” kata Herman Deru di sela pemberian bantuan bagi IKM di Desa Gasing Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banguasin, Kamis (15/7).

Pemberian bantuan tersebut khususnya alat ukur K3, Herman Deru menjelaskan, hal itu dapat mendorong para petani untuk dapat menentukan harga tawar sendiri terhadap karet yang dihasilkan. Artinya, para petani karet akan menguji dan mengetahui sendiri kadar air pada karet yang dihasilkan dan menentukan harga jualnya kepada pembeli.

“Jadi petani karet tidak perlu lagi meraba-raba soal kadar air dan harga karet yang dihasilkannya. Alat ukur ini tentu akan mengedukasi dan membuka wawasan para petani karet sehingga mereka lagi dijajah pembeli dengan harga yang tidak sesuai,” terangnya.

Apalagi, Sumsel merupakan salah satu provinsi terbesar penghasil karet. Dimana dari 5 juta hektar lahan karet di Indonesia, sekitar 1,3 hektare-nya berada di Sumsel. “Saat ini kita harus bergerak untuk meningkatkan mutu dan kualitasnya sehingga karet di Sumsel ini dapat semakin bersaing. Termasuk juga membuat terobosan terkait penyadapan, agar hasil panen karet ini dapat lebih maksimal,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)