Dua Perusahaan di Kawasan IMIP Terapkan Teknologi Efisiensi Produksi Rendah Emisi

*Ramah Lingkungan dan Efisien*

Bagi pabrik industri pengolahan, kepatuhan terhadap aturan merupakan alasan utama menerapkan pengolahan kembali limbah gas. Lebih dari itu, seperti ditunjukkan PT Risun Wei Shan Indonesia, recovery terhadap gas sintetis coke oven gas (COG) bertujuan meningkatkan efisiensi, menjalankan keberlanjutan bisnis ramah lingkungan, dan upaya tanggung jawab sosial perusahaan.

Eng Han, Wakil Foreman Environmental HSE PT Risun menjelaskan, pemurnian COG sebagai material sisa produksi kokas dilakukan untuk memulihkan senyawa-senyawa di dalam COG. Dengan memurnikan COG, PT Risun dapat memanfaatkan kembali beberapa senyawa untuk diolah sebagai produk samping, berupa coal tar, sulfur, amonium sulfat, dan benzena mentah. Sebagian diantaranya lalu diolah menjadi barang setengah jadi sebagai bahan baku industri lain. Eng Han menyebutkan, produk setengah jadi hasil pemurnian COG ini juga potensial untuk diekspor, bila kebutuhan perusahaan dalam negeri telah terpenuhi.

Di tempat terpisah, Li Jialei, Manajer Emergency Response Management (ERM) PT Risun mengatakan, saat ini setidaknya terdapat 10 perusahaan di kawasan IMIP yang menggunakan gas COG yang telah dimurnikan oleh PT RISUN. Di sisi lain, langkah recovery ini menghemat ongkos produksi.

Melalui sistem proses produksi kokas yang secara sirkular menyatu dengan pemurnian gas sisa, pola produksi dapat berlangsung efisien dan lebih menghemat energi.Disadari ataupun tidak, penerapan recovery oleh kedua perusahaan tersebut mencerminkan prinsip ekonomi sirkular untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Selain mengurangi emisi karbon yang berdampak negatif bagi alam, perusahaan mampu mengolah kembali sisa produksi sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi dalam jangka panjang.

Strategi ini tak hanya selaras dalam mewujudkan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), tapi juga peka terhadap kebutuhan rantai ekologi, daur ulang, dan pembangunan hijau di kawasan IMIP.

Penulis : Abd Rahman Tanra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

error: Content is protected !!