Alfamidi dan Indomaret Menjamur di Morowali Ribuan Kios Sembako Terancam Gulung Tikar

“Omset kami turun drastis semenjak Kehadiran Alfamidi dan Indomaret, kehadiran ritel tersebut berdampak yang sangat buruk bagi kios sembako hingga kami terancam gulung tikar,” katanya.

“Sebelum adanya Alfamidi dan Indomaret kami masih bisa dapat omset sehari sekitaran satu juta rupiah.sekarang omset paling tinggi tiga ratus ribu seharian,” tambahnya.

Saat ini beban kreditpun di Bank susah untuk kami bayar belum lagi sewa tempat yang cukup mahal. sebelum adanya Alfamidi dan Indomaret kredit di Bank dan sewa tempat tidak pernah menunggak .

“Saya mewakili rekan rekan kios klontongan berharap kepada pemerintah daerah agar membuat kebijakan yang dapat membakitkan kembali UMKM khususnya yang bergerak di bidang usaha kios klontongan,” harapnya saat ditemui awak media, Senin,(25/11/24).

Baca Juga  IMIP Fasilitasi Magang Dosen, Kuatkan Kolaborasi Industri–Akademisi

Pemerintah Daerah (Pemda) Morowali mestinya dapat meninjau kembali kebijakannya terkait kehadiran dua ritel tersebut yang berdampak kepada pelaku usaha UMKM.

Pemda harusnya lebih mengutamakan pelaku UMKM agar dapat tumbuh berkembang sehingga masyarakat Morowali bisa hidup lebih sejahtera ketimbang mensejahterakan pengusaha ritel.

Peliput : Abd Rahman Tanra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)